"Seseorang yang cukup bisa dengan komputer akan dianggap lebih spesial."
Aku pada akhirnya dirujuk oleh guru-guru sebagai sosok yang tepat jika sebuah pekerjaan menuntut adanya pengoperasian komputer. Apapun itu. Komputer yang eror, kena virus, jaringan, bahkan sampai bikin ini dan itu. Tapi tidak aku sangkal, sebenarnya ilmuku cethek dan apa adanya. Ada satu guru padahal yang jauh lebih mahir, yakni Pak Moh. Aini. Sama-sama orang Jawa, lama di MTs, tapi pegawai Dinas Pendidikan yang dulu diperbantukan di MTs dan keterusan nyaman mengajar di sana.
Pak Muadzah, yang juga orang Jawa, menawariku untuk mengajar IPA. Masih jelas tergambar saat beliau menawariku di sofa merah depan ruang kepsek dan wakil kepsek jika beliau ingin aku mengajar IPA. Aku tolak karena tak ada basisku sedikitpun tentang IPA. Mati kutu saat menemui Kimia bahkan Fisika. Biologi sih bisa saja, tapi untuk hitung-hitungan nol besar.
Untuk sesama TIK, aku mengajar bersama Pak Amran Simbuang. Aku menggantikan Pak Bisman Simbuang sang kakak yang pindah.
Ini adalah jadwal pertamaku berada di MTs. Negeri Kotamobagu Selatan.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar