Pada foto ini, saya yang ketiga dari kiri.
Setelah menamatkan kuliah di Universitas Kanjuruhan Malang tahun 2013, mencari pekerjaan adalah hal tersulit selanjutnya. Menerima tawaran dari tetangga untuk mengajar di salah satu sekolah yang dipimpin oleh kenalannya. Namun, bayaran yang dapat diterima hanya 250 ribu. Hitung-hitungannya, honor sebesar itu takkan cukup untuk keperluan sehari-hari.
Tawaran datang dari beberapa saudara dari Kota Kotamobagu, Sulawesi Utara. Memberi gambaran bahwa di sekitar rumah beliau terdapat 3 sekolah yang dapat aku pilih untuk honor. MAN, MTs, dan SMK. Beliau berjanji akan mengusahakan aku untuk dapat bekerja di salah satunya.
Jika tak salah memori memberi data, saat itu Oktober 2013. Berangkat bersama beberapa orang Kotamobagu yang pulang kampung ke Lumajang, aku pun merantau. Usai 5 tahun tidak ada di rumah, merantau ke Malang, di tahun ke-6 aku kembali jauh. Lebih jauh dengan harus menaiki pesawat, menyeberang ke ujung utara Indonesia, yakni Provinsi Sulawesi Utara.
Sesampainya di Kotamobagu, aku tidak lekas mengajar seperti yang dijanjikan, Terlebih dulu ikuti paman bekerja dengan menjual barang-barang plastik ke daerah-daerah pegunungan seperti Modoinding. Di minggu ke-3 barulah aku diajak paman untuk ke rumah salah seorang guru di MTs bernama Bu Siti Mufaroh Heti. Saya ditawari untuk mengajar Matematika kalau tidak salah. Namun aku menolak. Beliau lanjut menawari untuk mengajar TIK. Tentu aku bersedia karena sebelumnya di Malang aku bekerja di warnet.
Hari pertama aku dilepas oleh Makwo Sulik. Sambil menggendong Yufita Karina Ramadani, aku sungkem ke beliau di depan rumah Makwo Bu Haji Sunik. Di hari pertama tersebut, aku hanya menemui kepala sekolah. Bertanya jawab dan hanya itu. Pulang lebih awal dan kembali esoknya untuk mengajar, bertemu guru-guru yang baik.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar