Sabtu, 16 September 2023

Guru-Guru (Bagian 3)

 28. Hastuti Ligatu, S.Pd.I.

Tidak banyak tahu guru ini. Saat masuk di MTs, kalau tidak salah tidak lama kemudian beliau keluar mengajar di Induk. Punya anak yang jago pidato bahkan sampai Provinsi.

29. Moh. Robiyanto, S.Pd.I.

Sama sekali tidak tahu.

30. Elita Rangkuti, S.Pd.

Guru IPS asli Medan yang jelas akan berapi-api kalau bercerita, Gaya bicara keras, tapi baik.

31. Mira R. Mokodompit, S.Pd.I.

Guru bahasa Inggris yang ada Islam di belakang gelarnya. Sosok yang tinggi, kurus, namun tegas dalam mengajar. Beliau adik kandung dari Ibu Mery Mokodompit. Ke sekolah memakai matik merah. Rumah di Otam.

32. Idris Masuara, S.Pd.

Pak Idris guru Penjaskes yang memakai motor Jupiter hitam. Sosok temperamental yang pencerita dan mahir dalam sepakbola juga strateginya. Guru penjas yang tegas dan sayangnya tidak terlalu mengeksplor materi berbeda di setiap kelas yang ia ajar, sehingga kesannya monoton.

33. Siti Zubaidah Laoh, S.Pd.

Sesama guru Bahasa Indonesia harus bekerja sama seharusnya. Tapi yang aku ingat saat pertama di MTs adalah ketika beliau menyarankanku bersama seorang murid di sampingnya untuk tidak medok dalam berbahasa, sehingga bisa disukai murid. Beliau dengan tatapan tajam seolah tidak menyukaiku. Beliau tinggi sekali badannya, suaranya keras, dan jika tidak salah mengajar Seni Budaya pula di awal masuk.

34. Masniati Paputungan, S.Pd.I.

Tidak banyak yang teringat dari guru yang selalu datang dan pergi ini. Beliau adalah sosok budok yang datang ke sekolah selalu naik bentor.

35. Risna Paputungan, S.Pd.I.

Orang yang tidak mengenal beliau dengan baik atau lama akan lekas memberi kesan galak dan judes pada beliau. Karena gaya bicaranya memang begitu. Tapi beliau sosok penyayang, suka bercanda, cepat kalau bicara. Selalu gawat jika diminta untuk mengurus sesuatu, honor seangkatan dengan Pak Ratno.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ayah

  Pada tahun-tahun sebelumnya, saya sempat menjadi Wali kelas 8E, 8C, lalu kelas 8B di tahun Pelajaran 2016/2017. Di kelas ini saya merasa p...