Sabtu, 16 September 2023

Rima dan Jihan

Di antara banyak kelas di tahun pertama saya mengajar, paling malas berada di kelas 9A ini. Masih enak mengajar si Amar, Fadlul Hadi, Luckvia, Agam Islam, Rania Mokobombang, Riska Maka maupun Riska Imarto. Paling malas menemui sosok seperti Agif Estian Sengang, Nur Jihan Maleteng, dan Rima Melati Iskandar. Tiga sosok yang pandangannya, raut mukanya, dan sikapnya tampak pandang enteng dengan kehadiranku sebagai guru baru. Tidak ada sikap keduanya yang menunjukkan keramahan, antusias, bahkan sikap menurut seperti siswa-siswi lainnya. Jihan dan Rima memang pandai, tapi apalah arti pandai tanpa diimbangi dengan adab yang baik.

Jihan tidak memiliki sikap yang baik. Bahkan pada saat praktik di Lab Komputer, pernah suatu ketika ada praktik untuk membuat email. Sudah saya wanti-wanti untuk tidak membuka medsos seperti Twitter dan Facebook. Tapi seolah tunarungu, Jihan dan Rima malah bertanya "Apakah boleh membuka FB" di beberapa detik setelah saya menjelaskan. Setelah itu, berdasarkan yang saya lihat dan lekas keduanya minimize, juga atas laporan kawan-kawan mereka, Jihan dan Rima membuka FB dan Twitter.

Saya masih ingat dan akan tetap ingat dengan wajah keduanya. Sosok menjengkelkan yang saya harap tidak saya temui dan rasakan lagi dengan murid-murid saya setelahnya. Karena jika diperingkat mengenai siswa paling menjengkelkan, dua nama tersebut berada di paling atas.

Agif hanyalah dayang dari keduanya. Ia ikut-ikutan saja.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ayah

  Pada tahun-tahun sebelumnya, saya sempat menjadi Wali kelas 8E, 8C, lalu kelas 8B di tahun Pelajaran 2016/2017. Di kelas ini saya merasa p...